Jumat, 30 September 2011


TNI GELAR KARYA BHAKTI MEMBERSIHKAN PUING-PUING RUMAH  SISA BENTROKAN

TNI bersama Polri, Satpol PP, Tagana, Pemda Kota Ambon dan sejumlah Ormas dan OKP melakukan pembersihan sisa puing-puing rumah terbakar akibat bentrokan warga 11 Sepetember lalu.

Pembersihan dilakukan di tiga lokasi yakni Waringin, Talake dan Batu Merah. Sekitar 825 personil turun untuk melakukan aksi karya bhakti. Koordinator aksi, Dadan Rusmana mengatakan pembersihan sisa-sisa rumah terbakar tersebut merupakan kegiatan karya bhakti dalam rangka ulang tahun TNI ke 66.

Disamping melakukan pembersihan, mereka juga melakukan aksi komunikasi sosial dengan masyarakat dengan memberikan peengertian bahwa kejadian serupa 11 September tidak perlu terjadi kembali. Rusmana menambahkan dengan pembersihan ini juga bisa mengurangi rasa trauma masyarakat akibat bentrokan lalu.

Lebih lanjut Dadan Rusmana berharap pasca bentrokan warga 11 September lalu tidak ada lagi rasa trauma. Dia juga meminta warga untuk tidak saling menaruh rasa curiga sehingga tidak terulang kembali kejadian 11 September.

Seperti di ketahui akibat bentrokan warga 11 September sikitar 300 rumah warga rusak dan terbakar, 8 korban meninggal dunia, ratusan warga luka-luka, sejumlah kendaraan dibakar massa dan ribuan warga mengungsi.( DMS FM )

KAPOLDA MENYAYANGKAN PENETAPAN SIAGA SATU UNTUK AMBON

Kapolda Maluku, Syarief Gunawan menyayangkan penetapan status siaga satu di kota Ambon. Penetapan tersebut menyusul 4 aksi teror bom yang terjadi di kota Ambon dalam seminggu terakhir.

Syarief Gunawan mengatakan hingga saat ini pihak Polda Maluku tidak pernah menyampaikan siaga satu di kota Ambon sejak bentrokan warga 11 September lalu. Dia menegaskan Kota Ambon tidak membutuhkan status siaga satu.

Sementara itu Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff juga menyayangkan status siaga satu tersebut. Menurut Dia status Siaga satu sangat mempengaruhi berbagai agenda dan ivent nasional dan internasional yang akan di gelar di Maluku.

Sebelumnya Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Anton Bachrul Alam menyampaikan status siaga satu di Ambon pasca betrokan warga 11 September dan aksi teror Bom di kota Ambon. ( DMS FM )

Kamis, 29 September 2011


LOMBA ARUMBAI DAN PERAHU SEMANG AKAN WARNAI FESTIVAL TELUK AMBON 2011

Festival Teluk Ambon yang berlangsung dari tanggal 29 September sampai dengan 1 Oktober akan diwarnai dengan lomba Arumbai dan perahu semang. Selain itu juga akan diperlombakan lomba mancing tradisional dan lomba renang estafet.

Kepala Dinas Kebuadayaan dan Pariwisata provinsi Maluku, Florence Sahusilawane memaparkan lomba arumbai akan di ikuti oleh 10 arumbai, dari Seram Bagian Barat, Saparua dan Pulau Ambon. Sementara satu perahu naga dari Angkatan laut akan turut memeriahkan lomba dayung tersebut.

Dia menambahkan Lomba Perahu Semang akan diikuti oleh 30 perahu. Uniknya lomba perahu semang ini di dayung oleh 2 orang wanita tiap perahu dengan mengenakan pakaian tradisional (baju cele). Sementara lomba pancing tradisional akan diikuti oleh 104 perahu dan lomba renang estafet akan diikuti oleh 41 regu.

Lebih lanjut Sahusilawane mengatakan Festival Teluk Ambon adalah mewujudkan rasa kebahagiaan dan kegembiraan dengan atraksi seni  budaya dan lomba-lomba dayung tradisional.

Sementara bertepatan dengan Pelaksanaan Festival Teluk Ambon 2011 akan diselenggarakan seminar sehari oleh KNPI dengan tema” Peranan Pemuda Dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata dan Obyek Wisata di Kota Ambon.

Seminar ini berskala internasional karena melibatkan perwakilan pemuda dari beberapa Negara. Florence berharap kegiatan Festival Teluk Ambon dapat dikemas secara professional dan berkualitas sehingga dapat menarik kunjungan wisatawan Nusantara dan Mancanegara.( DMS FM )

Rabu, 28 September 2011


TNI MASIH SIAGAKAN 75 PERSEN PERSONIL UNTUK AMANKAN  KOTA AMBON PASCA BENTROKAN WARGA

Pasca bentrokan antar warga kota Ambon yang terjadi 11 September lalu, Kodam XVI/Pattimura masih mensiagakan sekitar 75 persen personilnya di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan ataupun aksi-aksi teror yang terjadi di tengah masyarakat.

Pangdam XVI/Pattimura, Suharsono mengatakan personil TNI di tempatkan di lokasi-lokasi yang dianggap stategis agar mudah digerakkan jika terjadi hal-hal yang dapat mengancam keamanan ataupun aksi massa. Dia mengaku intensitas pengamanan dan patroli juga telah di tingkatkan menyusul berbagai aksi teror yang dilakukan dengan teror SMS dan teror bom.

Menurut Suharsono hal ini dilakukan untuk kewaspadaan sehingga tidak akan dinilai terlambat dalam mengantisipasi kerawanan keamanan. Sementara itu Pantauan Tim Aktulita DMS, pengamanan yang dilakukan TNI diberbagai Kawasan Kota Ambon terlihat terjadi peningkatan, sejumlah Anggota TNI terlihat melakukan patroli siang maupun malam hari dengan senjata lengkap.

Hal yang sama juga dilakukan anggota Kepolisian Polda Maluku maupun bantuan dari Makassar dan Jawa Timur. Peningkatan pengamanan ini terlihat sejak mulai bermunculan aksi teror bom dalam seminggu terakhir. ( DMS FM )

DPD RI ASAL MALUKU DESAK POLDA MALUKU SEGERA UNGKAP PROVOKATOR 11 SEPTEMBER 2011

DPD RI  mendesak Polisi segera mengungkap provokator penyebar isu provokatif di Kota Ambon maupun diluar Ambon pasca insiden bentrokan antar warga Kota Ambon 11 September 2011.

Jack Ospara salah satu Anggota DPD RI mengatakan aksi provokatif dan Teror Bom yang terjadi di Kota Ambon menandakan masih ada kelompok - kelompok tertentu yang tidak menginginkan perdamaian di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya. Olehnya intelejen POLRI & TNI,  diminta bekerja keras untuk mengungkap pelaku-pelaku di balik sejumlah aksi provokatif, maupun teror.

Ospara menmbahkan bagi warga Kota Ambon dan Maluku pada umumnya harus memeliki ketahahan yang kuat dan tidak mudah terprovokasi.

Ospara juga meminta Lurah, Raja atau kepala Desa hingga RT harus mampu mengendalikan masyarkatnya masing-masing dan mampu mendeteksi setiap datangnya orang baru dilingkungan, pendatang baru yang tidak memeliki identitas yang jelas menurutnya dilaporkan kepihak yang berwajib untuk diamankan. ( DMS FM )

Senin, 26 September 2011


TIM GEGANA POLDA MALUKU AMANKAN BUNGKUSAN YANG DIDUGA BOM RAKITAN

Warga Kota Ambon dikagetkan dengan penemuan sebuah bungkusan yang diduga bom rakitan. Warga yang berada disekitar lokasi penemuan langsung menjauh karena takut terjadi ledakan. Bungkusan berwarna putih tersebut ditemukan anggota TNI Kodam XVI/Pattimura.

Benda mirip pipa terbungkus palstik tersebut berukuran 15 centimeter dengan diameter 3 centimeter di letakkan di sekitar Lapangan Pattimura Park depan Gereja Marantha. Penemuan tersebut langsung di laporkan ke petugas piket Kodim. 15 menit kemudian tim Gegana Polda Maluku langsung turun ke lokasi mengamankan bungkusan yang diduga bom tersebut. 

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Joko Susilo mengatakan temuan tersebut sudah diamankan di Markas Brimob Polda Maluku dan akan diteliti. Penemuan bungkusan yang diduga bom tersebut menarik perhatian warga. 

Sebelumnya Sabtu malam juga warga dikagetkan dengan dua ledakan besar yang terjadi di Terminal Mardika dan Karang Panjang, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian soal sumber dua ledakan tersebut.( DMS FM )

WAGUB MALUKU MENSINYALIR ADA KELOMPOK TERORGANISIR PENYEBAR ISU DAN TEROR

Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff mengutuk keras tindakan provokatif yang dilakukan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar isu dan teror di kota Ambon. Hal tersebut disampikan Assagaff menyusul beredarnya berbagai isu lewat pesan singkat SMS dan teror bom pasca bentrokan warga 11 September lalu.

Assagaff mensinyalir isu dan teror ini sengaja di buat oleh kelompok yang memiliki jaringan luas dan terorganisir. Kelompok ini bermaksud menyebarkan keresahan dan perpecahan di Maluku. Dia meminta agar warga Maluku tidak terpancing dengan berbagai isu dan teror yang menyebar di tengah masyarakat.

Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff juga meminta Inteligen meningkatkan kinerjanya melacak keberadaan kelompok yang menyebar isu dan teror di Maluku. Menurut Dia isu dan teror sangat meresahkan warga.

Selain penyebaran isu berbau SARA Sabtu malam terdengar dua ledakan besar di Terminal Mardika Ambon dan Karang Panjang, sementara pagi tadi ditemukan bungkusan yang di duga bom di sekitar Lapangan Pattimura Park depan Gereja Marantha. 

Sebelumnya pihak keamanan juga menangkap 2 warga asal Jawa Timur di Bandara Pattimura Ambon dan satu lainya di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon serta penyitaan sejumlah senjata tajam. ( DMS FM )