Jumat, 21 Oktober 2011


POLDA MALUKU MENANGKAP WARGA BATU GANTUNG DENGAN PISTOL RAKITAN

Kepolisian Daerah Maluku menangkap seorang warga Batu Gantung Kota Ambon yang membawa senjata api rakitan beserta puluhan amunisi. Penangkapan dilakukan oleh Reserse Polda Maluku di salah satu tempat Hiburan Malam di Jalan AY Patty Pusat Kota Ambon.

Kabid Humas Polda Maluku, Johanes Huwae mengatakan penangkapan pelaku yang tidak disebutkan identitasnya ini terjadi saat anggota Reserse melakukan pemantauan pasca aksi bentrokan warga. Polisi juga menyita uang jutaan rupiah dari pelaku beserta senjata api dan amunisi. Huwae mengatakan Polda Maluku masih akan melakukan pemeriksaan keterkaitan pelaku dengan sejumlah aksi teror dan bentrokan warga di Ambon.

Lebih lanjut Huwae mengatakan Jenis Peluru yang dimiliki pelaku merupakan kaliber 32 jenis Revolver yang biasa digunakan oleh anggota Polisi. Huwae menambahkan sejak bentrokan warga 11 September lalu hingga kini baru satu orang ini yang ditangkap dan ditahan. Dia mengaku para pelaku aksi teror dan provokator sangat lihai dalam melakukan aksinya hingga kepolisian sulit mengidentifikasi dan menangkap pelaku.(DMS FM)

POLDA MALUKU PERIKSA 5 SAKSI TERKAIT PELEDAKAN BOM

Kepolisian Daerah Maluku melakukan pemeriksaan terhadap 5 saksi terkait peledakan Bom rakitan di Jl Telukabessy Mardika Ambon pada Kamis Malam. Kabid Humas Polda Maluku Johanes Huwae mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motip dibalik peledakan bom tersebut.

Dia mengaku aksi peledakan Bom ini sebagai aksi teror untuk memprovokasi warga pasca Bentrokan warga Kamis dini hari kemarin. Hingga kini pelaku peledakan Bom belum berhasil diidentifikasi.

Seperti diketahui pada kamis malam terjadi peledakan Bom di jalan Telukabessy Mardika Ambon, depan Sekolah Luar Biasa. namun tidak menimulkan korban jiwa atau luka. Huwae mengatakan Bom rakitan tersebut memilki daya ledak kuat namun tidak memiliki dampak kerusakan parah.(DMS FM)

KAPOLDA DIMINTA WASPADA AKSI PROVOKATOR DI MALUKU

Kepolisian Daerah Maluku diminta mewaspadai aksi provokator yang mulai marak terjadi di kota Ambon. Gubernur Maluku dan Muspekot Ambon serta sejumlah Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat meminta Kapolda Maluku meningkatkan kewaspadaan dan intelejen untuk mengantisipasi kemungkinan aksi teror yang kemungkinan besar masih akan terus terjadi di Maluku.

Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu mengatakan masalah sekecil apapun dan tindakan kriminal harus diwaspadai karena bisa menjadi pemicu konflik antar warga. Polda Maluku juga diminta mampu mengungkap berbagai aksi teror yang terjadi belakangan ini.

Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu juga meminta masyarakat untuk menjadikan terorisme dan provokator sebagai musuh bersama. Kewaspadaan masyarakat sangat penting dalam upaya mengantisipasi berbagai aksi provokasi di tengah masyarakat. Ralahalu berharap Masyarakat tetap memiliki ketahanan yang kuat dalam menyikapi berbagai aksi teror dan provokasi yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Sementara itu Ketua DPRD Maluku Fatani Sohilauw mengatakan pihak Kejaksaan Tinggi juga telah menyatakan siap melakukan penegakkan hukum terhadap pelaku aksi teror dan provokator. Menurut Dia Kejati harus mampu menuntut seberat-beratnya terhadap para pelaku hingga dikirim ke nusa kambangan.(DMS FM)

Kamis, 20 Oktober 2011


PBNU AJAK MASYARAKAT JADIKAN TERORIS DAN PERUSUH MUSUH BERSAMA

Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj mengajak masyarakat Maluku jadikan Teroris sebagai musuh bersama. Menurut Dia segala bentuk tindakan terorisme, perusuh dan pelaku criminal harus menjadi musuh bersama agar tidak terjadi keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Dia agama apapun tidak mengajarkan dan mengutuk tindakan terorisme. Dia menegaskan tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama Islam adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan ajaran agama. Said Agil juga meminta umat yang ada di Maluku untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan jalin kebersamaan antar umat beragama untuk menciptakan Maluku yang kondusif.

Menyikapi bentrokan antar warga 11 September dan Kamis Dini hari, Said Agil mengatakan setiap ada konflik harus disikapi bersama baik itu pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

Dia mengajak mengajak masyarakat Maluku untuk berpikir dan bersikap lebih baik untuk kemajuan Maluku. Setiap persoalan harus diselesaikan dengan baik dan pikiran yang jernih. Kearifan local juga harus ditingkatkan sehingga ketahanan warga mengantisipasi berbagai bentuk kriminalitas yang berujung konflik bisa di cegah.

Said Agil juga mengaku jika suatu bentrokan berlangsung lama maka ada sebuah desain khusus yang sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu. Said Agil juga meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas dan mampu mengungkap pelaku dibalik aksi kekerasan dan aksi teror yang terjadi di Maluku.(DMS FM)

PASCA INSIDEN POHON PULE DUA BANGUNAN TERBAKAR

Insiden antar warga yang terjadi di kawsan Pohon Pule, Kecamatan Sirimau kota Ambon, Kamis dini hari sekitar pukul 03.45 WIT, mengakibatkan dua bangunan hangus terbakar. Kedua bangunan tebakar terletak di Jalan Dr. Malaiholo yaitu Toko Aliana, menjual bahan bangunan matrial kayu serta UD Union yang menjual antara lain gipson, kanopi serta bahan banggunan.

Husni salah satu warga Pohon Pule mengatakan insiden antarwarga bermula adanya aksi lempar batu antar dua kelomopok balapan motor liar yang saling kejar dari arah pusat kota melewati kawasan tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran kedua bangunan tersebut karena  kejadian berlangsung cepat hanya selang beberapa saat setelah aksi pelemparan kedua kelompok balapan liar tersebut.

Kejadian tersebut menyebabkan konsentrasi massa saling berhadapan antara warga di lorong Kolonel Pieters dengan warga Jalan Baru yang berujung saling lempar batu bahkan ada yang melepas busur panah. Akibatnya 5 warga terluka. 2 terkena lemparan batu sementara 3 lainnya terluka akibat terkena anak panah. Para korban dilarikan kerumah sakit terdekat.

Aparat Kepolisian dari Satuan Brimob Polda Maluku dan TNI Kodam XVI/Pattimura dibantu TNI BKO yang berada di pos penjagaan tidak jauh dari lokasi kejadian mencoba langsung membubarkan massa agar insiden tidak berkepanjangan. Personil Polisi Polres Pulau Ambon dikerahkan membantu pengamanan di lokasi tersebut mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadi.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalau, Kapolda Maluku Syarif Gunawan, Pangdam VI/Pattimura Suharsono, Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy serta Kapolres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease Djoko Susilo, terjun langsung ke lokasi kejadian meninajau bangunan terbakar.

Kapolda Maluku Syarif Gunawan, saat ditanya belum mau memberikan keterangan karena Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengusut pemicu insiden maupun pelaku pembakaran. Kapolres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, Djoko Susilo juga belum mau memberikan keterangan resmi karena masih dilakukan penyelidikan dan olah TKP.

Insiden yang terjadi Kamis Subuh tersebut tidak menggangu rutinitas masyarakat hingga berita ini diturunkan. Aktifitas kendaraan angkutan umum tetap mengangkut para penumpang yang hendak melakukan rutinitas pekerjaan di kantor maupun para siswa ke sekolah berlangsung normal.

Aktifitas perekonomian juga berjalan normal ditandai dengan tidak ada toko yang tutup, begitu juga dengan kondisi dan situasi di pasar Mardika dan sejumlah pasar di kota Ambon ramai di kunjungi warga yang membeli kebutuhan rumah tangga.(DMS FM)

DPRD MINTA MASYARAKAT MALUKU WASPADAI AKSI PROVOKATOR

Ketua DPRD Maluku, Fatani Sohilauw meminta Masyarakat tidak terpancing dengan insiden yang terjadi Kamis dini hari.  Menurut Sohilauw insiden tersebut sengaja dimainkan oleh provokator yang tidak menginginkan Maluku aman.

Dia mengatakan kondisi Maluku saat ini sengaja dimanfaatkan oleh sekelompok orang/Provokator untuk bermain di Maluku agar mereka mendapat keuntungan di balik ketidakamanan Maluku. Dia mengajak masyarakat untuk tidak saling mencurigai antar sesama warga,  tetap membangun komunikasi antar warga dengan mengecek kebenaran dibalik berbagai peristiwa yang dapat memperkeruh suasana di Maluku.

Sohilauw mengajak masyarakat untuk tetap waspada dengan berbagai aksi provokator. Lebih lanjut Fatani Sohilauw mengatakan ketahanan Masyarkat Maluku sudah cukup baik menyikapi berbagai aksi provokasi yang ada. Menurut Dia Jelang Idul Adha, Natal dan Tahun Baru masyarakat harus waspada. 

Provokator akan menggunakan momentum terkecil apapun untuk membuat suasana Ambon tidak kondusif.
Fatani menambahkan Tokoh Agama, Pemuda dan tokoh Masyarakat harus mensosialisasikan cinta damai kepada Masyarakat. Sementara Proses Hukum juga harus ditegakan oleh Aparat Penegak Hukum tanpa pandang bulu.(DMS FM)