Rabu, 30 November 2011


Bupati SBT tidak menolak warga kecamatan WAKATEI keluar dari SBT

Bupati kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)  Abdullah Vanat menyatakan tidak keberatan jika warga masyarakat di kecamatan WAKATEI salah satu kecamatan di kabupaten Seram bagian Timur memilih keluar dari wilayah administrasi SBT. Menurut Vanat aksi demo oleh sekelompok pemuda mahasiswa yang mengatasnamakan masyarakat kecamatan WAKATEI untuk keluar dari kabupaten SBT  dan  masuk pada wilayah administrasi kota Tual adalah sesuatu yang wajar dan itu merupakan bagian dari aspirasi,  menurut Vanat dirinya tidak serius menangapi aksi tersebut.

Namun Vanat menolak kalau dikatakan bahwa pembangunan yang selama ini dijalankan tidak berpihak dan tidak adil terhadap masyarakat kecamatan WAKATEI, karena selama ini pemerintah kabupaten Seram bagian Timur tidak bersikap diskriminasi dalam program pembangunan terhadap kecamatan-kecamatan tertentu termasuk WAKATEI, dimana sistim pembagian program pembanguan daerah SBT diberlakukan sama rata bagi semua kecamatan di SBT.(DMS FM)

KANWIL Agama Se Indonesia diundang bahas MTQ Maluku

Pemerintah provinsi Maluku mengagendakan rapat bersama dengan semua kepala kantor wilayah Agama se Indonesia untuk membahas hal teknis terkait pelaksanaan MTQ Nasional ke 24 di kota Ambon. Said Asagaf wakil Gubernur Maluku merangkap ketua panitia MTQ ke 24 di kota Ambon mengatakan rapat bersama dengan Kakanwail Agama se Indonesia bertujuan membahas sejumlah masalah teknis terkait pelaksanaan MTQ di Ambon sehingga tidak terjadi hambatan pada saat MTQ berlangsung.

Salah satu pembahasan yang akan dibahas yaitu melakukan pendataan jumlah peserta dari masing-masing daerah pasalnya setiap penyelengraan MTQ umumnnya Khafillah yang hadir berjumlah 4 hingga 5 ribu orang. Rapat juga membahas masalah kesiapan masing masing daerah dalam menentukan mata lomba yang akan diikuti pada MTQ  ke 24 di Kota Ambon.

Assagaf menambahkan kurangnya tempat penginapan di kota Ambon untuk menampung 4 hingga 5 orang peserta atau Khafillah MTQ maka Pemrov Maluku akan menyiapkan hotel terapung, serta home stay bagi Khafillah yang tidak menempati hotel atau penginapan di Kota Ambon.(DMS FM)

Senin, 28 November 2011


Gubernur Maluku canangkan pembangunan rumah warga yang rusak akibat konflik 11 September

Gubernur Maluku Karel Albert melakukan pencanangan renovasi dan bangun kembali rumah warga kota Ambon di Kelurahan Batu Gantong Waringin, Talake dan Mardika yang rusak akibat bentrokan antar warga kota Ambon 11 September 2011. Pembangunan dikerjakan melalui anggaran bantuan tanggap darurat dari pemerintah provinsi Maluku sebesar Rp. 6 milyar bagi rumah warga dan Rp. 3 milyar bagi bangunan Sekretariat UKIM, dan Madrasyah Alia yang ikut rusak akibat insiden 11 September 2011.

Gubernur  mengatakan Pembngunan kembali rumah warga dan sejumlah sarana umum yang rusak  merupakan wujud nyata tangung jawab sosial pemerintah. Ralahalu menambahkan pembangunan kembali rumah warga di ketiga tempat tersebut adalah yang keempat kali, untuk itu Gubernur  mengharapkan pembangunan kali ini adalah yang terakhir kalinya, warga kota Ambon diminta untuk mengehentikan pertikaian antar sesama warga.

Rahalalu meminta kepada korban penerima bantuan pembangunan kembali rumah yang rusak agar dapat menggunakan secara baik untuk merenovasi dan membangun rumah yang rusak, dirinya meminta sistim pekerjaan pembangunan kembali rumah yang rusak dalam bentuk kelompok BKM atau Badan Keswadayaan masyarakat agar dikerjakan, bukan sebaliknya anggaran diberikan namun pekerjaan tidak ada, akibatnya disebut proyek fiktif dan berhubungan dengan aparat penegak hukum.(DMS FM)

Walikota keluhkan belum terima bantuan pengungsi dari pemerintah pusat

Walikota Ambon Ricahard Louhanapessy mengeluhkan belum disalurkannya anggaran bagi pembangunan kembali rumah warga kota Ambon yang rusak akibat bentrokan antar warga Kota Ambon 11 September 2011. Dalam laporannya kepada Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu saat pencanangan pembanguan kembali rumah warga yang rusak akibat bentrokan 11 September 2011 di kelurahan Batu Gantong Waringin Ambon.

Louhanapessy mengatakan pencanganan pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat bentrokan 11 September 2011 yang dicanangkan masih menggunakan anggaran bantuan dari pemerintah provinsi Maluku sebesar Rp. 6,6 milyar, sementara bantuan dari pemerintah pusat yang telah dijanjikan oleh Menteri Perumahan Rakyat sebesar Rp. 2 milyar lebih  dan bantuan dari Kementrian Sosial sebesar Rp. 3,Milyar hingga kini belum masuk. Sementara bantuan dari APBD provinsi Maluku sebesar Rp. 6,6 milyar telah disalurkan ke korban penereima melalui BKM atau Badan Keswadayaan Masyarakat. BKM yang terdiri dari korban penerima bantuan akan mengerjakan secara langsung rumahnya yang rusak sesuai dengan alokasi anggaran yang diberikan.

Louhanapessy menambahkan berdasar data pemerintah kota Ambon konflik antar warga kota Ambon pada 11 September 2011 telah mengakibatkan 302 rumah warga di kelurahan Batu Gantung Waringin, Talake dan kelurahan Mardika mengalami rusak yang terbagi atas rusak  berat sebanyak 188 rumah, rusak ringan 80 rumah dan rusak total sebanyak 188 rumah. Sementara Bantuan yang diberikan pemerintah untuk rumah rusak ringan Rp. 5 juta, rusak berat Rp. 24 juta dan rumah yang rusak total Rp. 59 juta.

Sementara Jumlah korban meninggal dunia 9 orang, luka berat sebanyak 31 orang dan luka ringan sebanyak 156 orang. Tiga korban luka berat telah dirujuk untuk pengobatan di rumah sakit persahabatan Jakarta akibat terkena peluru senjata api yang bersarang dalam tubuh dan tidak mampu dikeluarkan oleh tim medis di Ambon. Korban meninggal dunia juga telah mendapat santuanan dari pemerintah provinsi dan kota Ambon sementara korban luka berat dan ringan mendapat bantuan pengobatan gratis dari pemerintah.(DMS FM)

Sabtu, 26 November 2011

DPR RI ingatkan Intelejen TNI-POLRI dan BIN di Maluku serius usut pelaku teror bom Ambon

Salah satu anggota komisi III DPR RI,  Alex Litaay meminta intelejen TNI- POLRI dan BIN di Maluku bekerja keras mengusut pelaku aksi teror bom yang hingga saat ini belum tertangkap. Menurut Litaay masyarakat kota Ambon membutuhkan keamanan yang aman dan damai serta nyaman. Kenyamanan warga kota Ambon saat ini masih terganggu dengan aksi-aksi segelintir orang yang membuat provokasi melalui aksi teror bom dan aksi penyebaran isu provokatif dengan tujuan mengacaukan kembali keamanan kota Ambon.

Olehnya sebagai warga negara mempunyai hak untuk dilindungi oleh negara melalui aparat keamanan TNI POLRI. Masih beraksi pelaku teror bom menandakan negara belum mampu memberikan kenyaman bagi warga negaranya yang ada di kota Ambon. Litaay juga meminta warga kota Ambon untuk tetap pertahanankan suasan damai yang telah tercipta selama ini antar warga kota Ambon.

Warga kota Ambon diminta tidak mudah terprovokasi oleh aksi teror maupun provokatif. Dia juga meminta warga kota Ambon ikut membantu aparat keamanan TNI- POLRI dengan melaporkan adanya pergerakan oknum tertentu maupun kelompok yang dinilai berdampak menciptakan kekacauan di kota Ambon.(DMS FM)

Organisasi wartawan AJI Ambon resmi di bentuk

Salah satu organisasi wartawan Aliansi Jurnalis Independent (AJI) kota Ambon resmi dibentuk dan dideklarasikan. Sebelum dilakukan deklarasi AJI persiapan Kota Ambon dilaksanakan pemilihan Ketua, Sekretaris dan Bendahara bersama dengan pemilihan Ketua-Ketua Divisi. Hasil pemilihan Insany Syahbarwati dan Josie Linansera terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris AJI persiapan Kota Ambon. Proses selanjutnya yaitu pengukuhan sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Kota Ambon yang akan dilaksanakan pada Kongres AJI Makassar pada Ferbuari 2012.

Noor Korompot, Koordinator BPK AJI yang diutus untuk membentuk struktural AJI persiapan Kota Ambon mengatakan rencana pembentukan AJI persiapan kota Ambon telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu dan  baru saat ini dapat diwujudkan kepengurusan  AJI persiapan kota Ambon secara struktural. Terbentuknya AJI persiapan kota Ambon menambah perpanjangan tangan dari organisasi AJI pusat di Maluku untuk membantu pekerja Pers di Maluku yang selama ini sering mendapat tindakan kekerasan dalam menjalankan tugasnya. AJI siap mengawal pekerja Pers Maluku dari setiap bentuk tindakan kekerasan yang bertentangan dengan Undang-Undang Pers.

Korompot menambahkan idiologinya AJI adalah mengedepankan  profesionalisme dan Wartawan yang memiliki Etika jurnalis yang jujur adil dan independen, serta tidak menerima imbalan dalam bentuk amplop berupa bingkisan atau yang sejenisnya dengan alasan apapun. Dengan dasar-dasar tersebut diharapkan dukungan dari semua pihak di kota Ambon dan Maluku pada umumnya untuk dapat menerima AJI bisa menjadi pilar demokrasi yang baik untuk menjadi organisasi yang bisa membantu menciptakan iklim demokratisasi khususnya di bidang pengembangan Pers yang lebih baik.(DMS FM)

Jumat, 25 November 2011


Walikota Ambon ajak warga dukung Polisi lacak pelaku teror bom

Walikota Ambon Richard Louhanapessy mengajak warga kota Ambon mendukung aparat keamanan TNI-POLRI dalam melacak pelaku aksi teror bom dan penyebar isu provokatif di kota Ambon. Menurut Louhanapessy keberhasilan Polisi menangkap salah satu pelaku pemilik bom di daerah terminal Ongko Liong desa Batu Merah kecamatan Sirimau adalah bagian dari dukungan masyarakat khususnya warga kota Ambon di daerah Ongko Liong yang bekerja sama dengan baik bersama kepolisian sehingga Polisi mampu menangkap orang-orang yang berbahaya bagi keamanan dan kenyamanan kota Ambon.

Louhanapessy menambahkan sebagai Walikota Ambon dirinya memberikan dukungan penuh bagi kepolisian yang telah mampu mengungkap orang-orang yang selama ini melakukan aksi teror di kota Ambon. Dirinya optimis polisi mampu mengungkap pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi teror bom maupun provokasi selama ini terhadap warga kota Ambon.(DMS FM)