Jumat, 27 April 2012


Polres Ambon turunkan 3 SST amankan bentrokan Hattu-Allang 

AMBON-Polres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease turunkan 3 SST atau setara 1 Kompi pasukan untuk amankan bentrokan antar warga desa Hattu dan Allang. Wakapolres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease, Suratno saat diwawancarai didesa Liliboy mengatakan, 3 SST pasukan Polri yang diturunkan terdiri dari 2 SST Brimob dan 1 SST Dalmas dibantu anggota Polsek kecamatan Leihitu Barat. Mereka ditempatkan di perbatasan desa Hattu dan desa Allang.

Selain anggota Polres, puluhan anggota TNI juga diturunkan untuk membantu Polisi dalam melakukan pengamanan terhadap warga kedua desa. Menurut Suratno bentrokan dipicu oleh adanya aksi pemukulan terhadap salah satu pemuda Hattu didesa Allang beberapa hari yang lalu. Pasca kasus tersebut kedua kepala desa (Raja) dari desa Allang dan Hattu telah bertemu dan bersepakat melakukan perdamaian dan penyelesaian kasus tersebut secara kekeluargaan. Hasil pertemuan kedua Raja tidak dijelaskan ke masyarakatnya sehingga kedua warga desa masih saling dendam antara satu dan lainnya dan berujung dengan bentrokan yang terjadi pada Jumat pagi.

Suratno menambahkan situasi keamanan kedua desa telah terkendali, sementara korban luka-luka dari warga kedua desa telah diobati di Puskemas yang berada di desa Allang dan Hattu. Sementara Raja kedua desa sementara dimediasi untuk melakukan kesepakatan berdamai dan menghentikan bentrokan yang terjadi diantara mereka. DMS

Warga desa Allang dan Hattu terlibat bentrok

AMBON-Warga desa Allang, kecamatan Leihitu Barat, Jumat pagi melakukan penyerangan terhadap warga desa Hattu. Hal ini terungkap dari pengakuan sejumlah warga Hattu. Menurut mereka  pada Jumat pagi sekitar pukul 05 Wit, puluhan warga desa Allang dengan menggunakan senjata tajam berupa parang, busur panah, senapan angin dan bom rakitan melakukan penyerangan ke desa Hattu.

Warga Hattu akhirnya menghadang aksi pemnyerangan itu. Konflik antara kedua kelompok warga tidak dapat dihindari. Kedua kelompok saling kejar-kejaran. Bentrokan terjadi di perbatasan antara desa Hattu dengan desa Liliboy. Sedikitnya lima orang warga dari kedua kelompok mengalami luka-luka akibat kena busur panah, lemparan batu dan peluru senapan angin. Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan ini. Bentrokan reda setelah kelompok warga desa Allang dipukul mundur oleh warga desa Hattu. Situasi kedua desa hingga saat ini masih tegang. Warga kedua desa masih melakukan penjagaan dengan menggunakan senjata tajam guna mengantisipasi adanya serangan balik diantara mereka.

Konflik dipicu oleh adanya aksi pemukulan dari warga desa Allang terhadap salah seorang tukang ojek yang berasal dari desa Hattu. Pemukulan terjadi beberapa hari lalu. Saat itu korban sedang mengantar salah satu penumpang ke desa Allang. Saat tiba di desa Allang warga Hattu langsung dipukul oleh orang tak dikenal, akibatnya korban mengalami memar di wajah dan kepala. Akibat pemukulan tersebut warga Hattu membalas tindakan tersebut dengan melakukan pemboikotan jalan. Mobil penumpang yang berasal dari desa Allang dan dari kota Ambon ke desa Allang dilarang melewati desa Hattu, akibatnya terjadi bentrokan antara kedua warga. DMS

Selasa, 24 April 2012


TNI siaga amankan kota Ambon jelang HUT RMS

AMBON-Menjelang perayaan HUT RMS, TNI siaga memantau wilayah kota Ambon dan Maluku pada umumnya. Danrem 151 Binaya, Nazarudin mengatakan TNI tetap siaga karena masyarakat Maluku tidak menginginkan adanya aksi-aksi oleh segelintir orang dengan mengibarkan bendera RMS.

Menurut Nazarudin, hasil pertemuan antara Gubernur Maluku yang melibatkan pihak TNI/Polri dengan tokoh-tokoh masyarakat Maluku ditemukan adanya sikap tegas dari seluruh tokoh masyarakat Maluku yang menyatakan menolak RMS dan mau Maluku tetap berada dalam kondisi yang aman damai.

Nazarudin mengajak warga kota Ambon dan Maluku pada umumnnya  untuk tidak mudah terprovokasi oleh pergerakan segelintir orang yang mengajak melakukan tindakan yang dinilai melawan Negara. 

Pantauan tim Aktualita DMS pada sejumlah desa, kelurahan bahkan RT, RW di kota Ambon terlihat adanya kesiagaan anggota TNI baik dari satuan BKO maupun satuan yang berada di daerah Maluku. Warga kota Ambon juga masih tetap melaksanakan rutinitasnya secara normal. DMS

Ratusan anggota Polisi siaga antisipasi HUT RMS

AMBON-Menjelang perayaan HUT RMS pada tanggal 25 April 2012, Polres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease siagakan 580 personil amankan kota Ambon menjelang dan memasuki perayaan HUT RMS. Wakapolres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease, Suratno mengatakan 580 personil yang disiagakan berasal dari seluruh satuan yang berada pada Polres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease. Mereka akan ditempatkan di lebih dari 100 pos penjagaan yang berada diseluruh wilayah pulau Ambon dan pulau-pulau Lease.

Penyiagaan pasukan dilaksanakan dalam apel siaga yang digelar Polres pulau Amon dan pulau-pulau Lease di halaman Mapolres pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Penyiagaan pasukan untuk mengamankan kota Ambon dari aksi oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab yang melakukan pengibaran bendera RMS atau disebut bendera benang raja.

Anggota polisi yang disiagakan dengan bersenjata lengkap. Suratno menambahkan daerah yang dianggap sebagai titik kerawanan aksi pengibaran bendera RMS adalah semua daerah di kota Ambon, olehnya Polisi disiagakan untuk mengamankan pelaku yang ditemukan mengibarkan bendera RMS.  Situasi kota Ambon hingga saat ini masih aman terkendali. Warga kota Ambon masih tetap melaksanakan rutinitasnya secara normal. DMS

Selasa, 17 April 2012


Akibat bunyi ledakan Bom dan tembakan, warga Porto Haria tegang

Warga desa Porto dan Haria, kecamatan Saparua kabupaten Maluku Tengah kembali tegang akibat adanya bunyi ledakan bom yang terjadi pada Minggu malam. Kapolres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease, Suharwiyono membenarkan adanya ketegangan yang terjadi diantara kedua warga. Menurut Kapolres hal tersebut akibat adanya bunyi tembakan dan bom yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kapolres mengatakan hal itu diduga dilakukan sebagai upaya provokator yang mencoba menghasut kedua warga yang telah tenang pasca dikeluarkannya kebijakan perintah tembak ditempat oleh Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu beberapa waktu yang lalu. Aparat kepolisian dari Polres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease bersama Anggota TNI yang bertugas dilokasi tersebut kini sedang melakukan penyelidikan guna mencari pelaku yang melakukan ledakan bom dan tembakan.

Provokasi tembakan dan ledakan bom tidak mempengaruhi kedua warga, hingga saat ini kedua warga desa Porto dan Haria tetap melaksanakan rutinitasnya dan di kawal oleh aparat keamanan yang bertugas. DMS