Kamis, 24 Mei 2012


Menteri agama nyatakan kota Ambon aman

AMBON-Menteri Agama RI, Surya Dharma Ali menyatakan kota Ambon aman dan siap menjadi tuan rumah MTQ nasional ke-24 di kota Ambon yang akan berlangsung pada Tanggal 8 Juni 2012. Menurut Dharma Ali, alasan Ambon aman berdasarkan pernyataan resmi Gubernur Maluku, Ketua MTQ di kota Ambon, Kapolda Maluku, dan Pangdam XVI Pattimura yang telah melaporkan keamanan kota Ambon saat ini telah terkendali dan persiapan pengamanan telah dipersiapkan secara matang untuk mengendalikan berbagai dampak instabilitas keamanan di kota Ambon hingga pembukaan MTQ yang akan dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono dan akan ditutup oleh wakil Presiden RI, Budiono.

Kesiapan lainnya yaitu pembangunan sejumlah bangunan yang akan dijadikan sebagai tempat berlangsungnya lomba MTQ saat ini pekerjannya telah mencapai 98 persen. Dharma Ali menambahkan peserta MTQ dipastikan akan hadir seluruhnya dari 33 provinsi di Indonesia dengan jumlah peserta maupun pengembira kurang lebih empat ribu orang.

Dharma Ali mengajak seluruh warga kota Ambon dan Maluku pada umumnnya untuk mendukung terlaksananya MTQ Nasional ke-24 kota Ambon. Pernyataan Dharma Ali disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke kota Ambon, Kamis pagi untuk meninjau langsung pembangunan Islamic Centre di kelurahan Waehaong, Mesjid Al-Fatah dan Tribun Merdeka Ambon. DMS

Kapolda bantah ledakan granat saat pawai obor Pattimura

AMBON-Kapolda Maluku, Syarief Gunawan membantah terjadi ledakan granat pada saat pawai obor Pattimura. Menurut Gunawan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan sementara terhadap serpihan bahan peledak yang terjadi pada saat pawai obor pattimura diduga kuat serpihan tersebut adalah serpihan bom rakitan.

Untuk membuktikan kebenaran dari hasil penyelidikan, tim penyidik Polda Maluku akan mendatangkan tim forensic dari Mabes Polri dan tim forensic akan membuktikan serpihan tersebut apakah berasal dari granat atau bom rakitan. Sementara terkait proses penyelidikan kasus pawai obor Pattimura, Polda Maluku telah membentuk tim khusus dan tim ini sedang bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap saksi-saksi yang terlibat langsung saat terjadi kasus bentrokan.

Saat ini saksi yang diperiksa sementara masih 15 orang dan tiga orang saksi terindikasi menjadi tersangka Hasil pemeriksaan tim penyidik akan dibuka secara resmi oleh Kapolda Maluku ke publik melalui media massa cetak dan elektronik. Klarifikasi Kapolda terkait bom yang meledak pada saat pawai obor Pattimura didasarkan adanya opini yang berkembang saat ini di publik tentang ledakan tersebut adalah ledakan granat yang diduga milik aparat keamanan.DMS

OKP keagamaan bantu TNI-Polri amankan MTQ

AMBON-Sejumlah OKP keagamaan siap Bantu TNI-Polri menjaga keamanan saat berlangsungnya pembukaan hingga penutupan MTQ nasional ke-24 di kota Ambon. Kapolda Maluku, Syarief Gunawan mengatakan sejumlah OKP Keagamaan yang siap membantu aparat keamanan TNI-Polri saat berlangsungnya MTQ di kota Ambon yaitu dari badan koordinasi pemuda remaja mesjid Indonesia Maluku, Angkatan Muda GPM, Muda Mudi Katholik.

Bantuan lainnya yaitu dari Satpol PP kota Ambon dan provinsi Maluku, forum komunikasi purnawirawan Polri dan sentral komunikasi bidang polisi. OKP keagamaan akan ditempatkan disejumlah titik sesuai dengan ketentuan  pengamanan. Mereka bersama dengan anggota TNI-Polri.

Sementara pengamanan  khusus atau VVIP akan dikendalikan langsung oleh TNI dibantu anggota Polri. Lokasi pengamanan khusus diantaranya bandara international Pattimura Ambon, kediaman gubernur Maluku, lapangan Merdeka Ambon dan tempat peresmian monument patung Dr. J. Leimena yang telah ditetapkan oleh presiden sebagai salah satu pahlawan nasional. Lokasi patung Dr. J. Leimena  berada di desa Poka-Ambon. Patung ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono. Pengamanan VVIP diberlakukan pada saat kedatangan hingga kembalinya presiden RI dari kota Ambon. DMS

IMM ancam aksi demo SBY di kota Ambon

AMBON-Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) kota Ambon mengancam akan melakukan aksi demo terhadap presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat membuka MTQ nasional ke-24 di kota Ambon  Tanggal 8 Juni 2012.
Salah satu pimpinan IMM kota Ambon, Ismail Borut mengatakan aksi demo yang akan digelar sebagai bentuk sikap kekecewaan pemuda Maluku terhadap sikap SBY yang tidak mendukung pembangunan Maluku diantaranya SBY tidak tepati janjinya untuk berkunjung ke pulau Banda, tidak mendukung Maluku sebagai lumbung ikan nasional dan mendesak SBY segera keluarkan amanat presiden mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) percepatan pembangunan provinsi kepulauan menjadi Undang-Undang (UU) percepatan pembangunan provinsi kepulauan.

Menurut Borut, provinsi Maluku sebagai salah satu dari delapan provinsi yang membentuk NKRI, namun realisasi pembangunan melalui alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi Maluku selama ini sangat kecil tidak sebanding dengan kebutuhan anggaran pembangunan Maluku.  Ketidakadilan dalam pembagian anggaran pembangunan  daerah harus disikapi oleh pemuda Maluku dalam bentuk sikap aksi demo sebagai bentuk penolakan atas sikap diskriminasi pemerintah pusat terhadap Maluku.  

Dia menambahkan aksi demo yang akan digelar IMM bukan sebagai sikap tidak mendukung pelaksanaan MTQ nasional ke-24 di kota Ambon, MTQ merupakan agenda nasional dan patut mendapat dukungan semua pihak termasuk IMM. DMS

Rabu, 23 Mei 2012


DPRD kota Ambon desak Kapolda Maluku dan Pangdam XVI Pattimura swiping Senpi, bom rakitan dan panah

AMBON-DPRD kota Ambon mendesak Kapolda Maluku dan dan Pangdam XVI Pattimura lakukan swiping warga kota Ambon karena diduga warga masih menyimpan senjata api rakitan, bom rakitan dan panah. Salah satu anggota DPRD Kota Ambon, Riduan Hassan mengatakan fakta di lapangan membuktikan dari setiap konflik yang terjadi di masyarakat terdapat tembakan senjata api, ledakan bom dan panah. Hal ini menandakan warga dari komunitas yang ada di kota Ambon memiliki dan menyimpan senjata tersebut.

Tugas TNI-Polri yaitu harus menyita senjata-senjata ini dari masyarakat. Langkah yang harus dilakukan oleh TNI-Polri adalah melakukan swiping dadakan dan terencana secara rahasia, sehingga saat Sidak senjata-senjata ini dapat disita dari tangan masyarakat. Hassan tidak menjamin adanya kenyamanan dan kedamaian warga jika warga dibiarkan bebas menyimpan senjata dan bahan peledak di rumahnya masing-masing.

Sementara terkait kasus bentrokan antar warga yang terjadi pada tanggal 15 Mei 2012, menurut Hasan, Polisi harus secepatnya membuktikan bagi publik pelaku-pelaku yang ditemukan berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan sebagai tersangka. Sikap Polisi yang tidak tegas dan tidak cepat mengungkap kepublik pelaku-pelaku dibalik insiden tersebut membuka ruang terjadinya insiden lainnya karena pelaku bebas memainkan perannya menciptakan kekacauan di kota Ambon. DMS